LIPUTAN KHUSUS:

Zenzi Suhadi: Dari Papua Hingga Aceh, Ruang itu Ada Pemiliknya


Penulis : Syifa Dwi Mutia

Ia diresmikan menjadi Direktur Eksekutif Nasional (EN) dalam Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) XIII.

Sosok

Rabu, 29 September 2021

Editor :

BETAHITA.ID -  Zenzi Suhadi terpilih sebagai ‘Nahkoda’ baru kapal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Ia diresmikan menjadi Direktur Eksekutif Nasional (EN) dalam Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) XIII di Hotel Claro Kota Makassar, Sulawesi Selatan (22/9).

Zenzi menggantikan posisi Nur Hidayati dengan memperoleh 261 dukungan suara dari total 472 suara, mengalahkan 3 kandidat lain yang juga mencalonkan diri.

Dalam masa periodenya, Zenzi akan ditemani dengan enam Dewan Nasional Eksekutif Walhi yang terpilih, yakni Dwi Retnastuti, Ismet Soelaiman, Raynaldo G. Sembiring, Dwi Sudarsono, Susanto Kurniawan, dan Asmar Exwar.

“Kami menegaskan Bahwasannya dari Papua Sampai ke Aceh, Ruang laut, darat, udara itu masih ada pemiliknya!” tegas Zenzi dalam pidato sambutannya. 

Zenzi Suhadi, Direktur Eksekutif Nasional WALHI terpilih. (Walhi)

Pria kelahiran Bengkulu itu mendedikasikan kepeduliannya terhadap lingkungan sudah terlihat sejak di bangku kuliah.

Semasa kuliah, Zenzi mendirikan Mapala Blue Greeen, organisasi pecinta alam berbasis mahasiswa program studi biologi, Universitas Bengkulu.

Karir Zenzi di WALHI telah dimulai sejak aktif di Kanopi yang merupakan lembaga anggota WALHI Bengkulu. Karir di WALHI kemudian berlanjut dengan menjadi Manajer PPOR WALHI Bengkulu pada tahun 2006-2007.

Pada tahun 2007, Zenzi terpilih menjadi Direktur Yayasan Karti yang merupakan salah satu lembaga anggota WALHI. Tahun 2008, Ia terpilih menjadi Direktur Eksekutif WALHI Bengkulu untuk masa periode 2008-2012.

Pascaberproses di Walhi daerah, Zenzi melanjutkan pengabdian ke Walhi Nasional dengan menjadi Manajer Kampanye Hutan dan Perkebunan Skala Besar pada periode (2012-2016).

Pada periode kepengurusan Eksekutif Nasional berikutnya (2016-2020), ia mendapatkan mandat untuk menjadi Kepala Departemen Kajian Kebijakan dan Pembelaan Hukum Lingkungan yang kemudian departemen tersebut berganti menjadi Departemen Advokasi.

Selama masa pengabdiannya di lembaga anggota WALHI, Eksekutif Daerah, dan Eksekutif Nasiona, Zenzi juga terlibat dalam berbagai advokasi khusus seperti pengorganisasian rakyat, menghentikan ekspansi korporasi, melawan korupsi sumber daya alam, mengurangi penguasaan korporasi, dan wilayah kelola rakyat.


Penulis: reporter magang di betahita.id