Waspada, El Nino 2027 bisa Dorong Suhu ke Level Tertinggi

Penulis : Kennial Laia

Krisis Iklim

Kamis, 12 Februari 2026

Editor : Yosep Suprayogi

BETAHITA.ID -  Badan cuaca dan ilmuwan iklim menyatakan kemungkinan terbentuknya El Niño di Samudra Pasifik akhir 2026, sebuah fenomena yang dapat mendorong suhu global ke rekor tertinggi sepanjang masa pada 2027.

Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) milik pemerintah AS dan Biro Meteorologi Australia mengatakan beberapa model iklim memperkirakan akan terjadi El Niño, namun keduanya memperingatkan bahwa hasil tersebut masih mengandung ketidakpastian.

Para ahli mengatakan, masih terlalu dini untuk yakin akan hal ini, namun terdapat sinyal penyebaran suhu permukaan laut di Pasifik yang menunjukkan bahwa El Niño dapat terbentuk pada 2026.

Siklus suhu laut di Pasifik ini – yang dikenal sebagai El Niño Southern Oscillation (ENSO) – terkait dengan kejadian iklim ekstrem di seluruh dunia.

Ilustrasi gelombang panas ekstrem. Foto: iStock

Ketika perairan yang lebih hangat dari rata-rata berkumpul di bagian timur Pasifik khatulistiwa dan meluas ke pantai benua Amerika, hal ini dikenal sebagai El Niño dan cenderung meningkatkan suhu global. Fenomena ini juga terkait dengan kondisi yang lebih kering dan lebih panas di Australia dan sejumlah negara di Asia, termasuk Indonesia. 

Perkiraan terbaru belahan bumi selatan dari biro Australia minggu ini menyatakan: “Beberapa model menunjukkan kemungkinan berkembangnya El Niño mulai bulan Juni.” Biro tersebut memperingatkan bahwa ini adalah “waktu yang sangat lama” untuk memprediksi El Niño.

NOAA juga mengatakan “ada kemungkinan besar terjadinya El Niño” namun juga menunjukkan adanya ketidakpastian dalam model yang ada.

Ilmuwan iklim di Monash University dan mantan kepala prakiraan jangka panjang di biro tersebut Andrew Watkins mengatakan, 

"Ada banyak simpanan air hangat di wilayah tropis Pasifik bagian barat. Biasanya ketika angin pasat mereda, air tersebut akan mengalir kembali ke timur dan menghangatkan wilayah di lepas pantai Amerika Selatan,” kata Andrew Watkins, ilmuwan iklim di Monash University seperti dikutip The Guardian, Sabtu, 7 Februari 2026. 

“Model tersebut memperkirakan hal ini akan terjadi pada musim gugur [di Australia], dan hal ini sesuai dengan apa yang Anda harapkan.”

Dia mengatakan “ada tanda-tanda awal” terjadinya El Niño, namun masih terlalu dini untuk mengatakan apakah fenomena tersebut akan berkembang.

Pakar ENSO di Universitas New South Wales Andrea Taschettom mengatakan, La Niña saat ini – di mana perairan hangat lebih dekat ke Australia – akan segera berakhir, dan sulit untuk memperkirakan masa setelahnya.

Dia mengatakan kemungkinan terjadinya El Niño, atau ENSO menjadi netral, pada bulan Juni hingga Agustus saat ini adalah sekitar 50/50. 

Zeke Hausfather, seorang ilmuwan peneliti di kelompok penelitian independen Berkeley Earth yang berbasis di AS, mengatakan El Niño yang terbentuk pada pertengahan 2023 dan berlangsung hingga sekitar April 2024 kemungkinan telah menambah suhu global sekitar 0,12C pada 2024.

“Jika El Niño terjadi pada akhir tahun ini, kemungkinan besar puncaknya akan terjadi pada bulan November-Januari dan terutama berdampak pada suhu permukaan global pada 2027, bukan pada 2026,” katanya. 

“Inilah sebabnya saya memperkirakan bahwa 2027 kemungkinan akan mencetak rekor baru [untuk suhu global] jika peristiwa El Niño sedang hingga kuat terus berlanjut,” ujar Hausfather. 

Watkins setuju jika El Niño benar-benar terjadi, maka hal itu akan berdampak lebih kuat pada suhu global pada 2027.

Namun dia mengatakan pemanasan global yang sebagian besar disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil kini “begitu kuat” sehingga “melampaui variabilitas suhu udara dari tahun ke tahun”.

Tiga tahun terakhir masing-masing merupakan tiga tahun terpanas yang pernah tercatat di planet ini.

SHARE