BKSDA Belum Bisa Pastikan Penyebab Harimau Mati di Aceh Timur

Penulis : Raden Ariyo Wicaksono

Biodiversitas

Selasa, 28 Februari 2023

Editor : Sandy Indra Pratama

BETAHITA.ID - Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan mati di kebun warga di Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, 22 Februari 2023 lalu. Dugaan sementara harimau tersebut mati akibat keracunan, namun itu belum pasti.

Dokter Hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, drh. Rosa Rika Wahyuni mengaku belum bisa memastikan penyebab kematian harimau di Aceh Timur itu. Walau demikian tim medis BKSDA telah melakukan nekropsi (bedah bangkai) dan mengambil sejumlah organ untuk dijadikan sampel pemeriksaan di laboratorium.

“Kami belum bisa memastikan (penyebab kematian), semua masih diduga, jadi nanti akan keluar hasil setelah pemeriksaan sampelnya,” ujar Rosa, setelah kegiatan pemusnahan bangkai harimau yang mati di Aceh Timur, Jumat (24/2/2023) kemarin, dikutip dari Antara Aceh.

Lebih lanjut Rosa menuturkan, saat turun ke lokasi kematian harimau itu, tim mendapati kondisi bangkai harimau sudah membusuk. Diperkirakan harimau itu mati sejak dua hari sebelumnya. Di lokasi pihaknya tidak didapati organ tubuh harimau yang hilang.

Seekor harimau sumatera muda ditemukan mati di kebun warga Peunaron Lama, Aceh Timur, 22 Februari 2023 lalu./Foto: Istimewa/Modus Aceh

“Tidak ada organ tubuh dari harimau yang hilang, hanya saja karena kondisinya yang membusuk karena umur kematian sudah dua hari. Dari hasil dari identifikasi gigi, satwa ini diperkirakan berusia antara 1,5-2 tahun."

Setelah dilakukan nekropsi, bangkai harimau itu selanjutnya dimusnahkan. Rosa bilang, pemusnahan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti mengubur, membakar atau memberi larutan-larutan desinfektan.

“Tetapi yang kita lakukan tadi, lebih bagus, (bangkai harimau ini) dibakar dulu kemudian dikubur.”

Bangkai harimau ini sebelumnya ditemukan saat tim polisi, TNI dan Forum Konservasi Leuser (FKL) melakukan pengecekan atas laporan kematian tiga ekor kambing milik Syahril (32), warga Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, pada sekitar pukul 09.30 WIB, 22 Februari 2023 lalu.

Saat ditemukan tim kemudian melakukan penyisiran dan ditemukan satu karung insektisida. Diduga harimau itu mati akibat keracunan. Arif menyebut telah mengamankan barang bukti berupa bungkus insektisida atau racun yang diduga menyebabkan kematian harimau itu.

"Tiga ekor kambing tersebut dilaporkan mati karena diterkam harimau. Kemudian, setelah ditelusuri ditemukan bangkai harimau tersebut. Saat personel menelusuri lokasi, ditemukan karung berisi racun insektisida," kata Arif, Kamis (23/2/2023) kemarin.

SHARE