Mikroplastik Cemari Sungai di Jombang
Penulis : aryo bhawono
Polusi
Rabu, 21 Januari 2026
Editor : Yosep Suprayogi
BETAHITA.ID - Paparan mikroplastik ditemukan di sejumlah titik di wilayah Jombang, Jawa Timur. Biang pencemaran diduga dari limbah domestik.
Pendataan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) pada tiga lokasi saluran air di Jombang menunjukkan cemaran mikro plastik. Temuan mereka menunjukkan cemaran paling dominan adalah jenis fiber. Jenis ini umumnya berasal dari serat tekstil sintetis, limbah cucian, serta aktivitas domestik masyarakat.
Tiga lokasi pengambilan sampel tersebut meliputi depan Polres Jombang, depan Lapas Jombang, dan Jatirejo, Cukir. Jumlah mikroplastik yang ditemukan bervariasi, dengan Jatirejo, Cukir, mencatat temuan tertinggi.
Di lokasi depan Polres Jombang, tercatat sebanyak 13 partikel mikro plastik, seluruhnya merupakan jenis fiber. Tidak ditemukan mikro plastik jenis film maupun fragmen di titik ini.
Sementara itu, di Depan Lapas Jombang, jumlah mikro plastik yang teridentifikasi mencapai 14 partikel, terdiri dari 10 fiber, 1 film, dan 3 fragmen. Keberadaan film dan fragmen mengindikasikan sumber pencemar yang lebih beragam, termasuk plastik kemasan sekali pakai.
Temuan tertinggi berada di Jatirejo, Cukir, dengan total 16 partikel mikro plastik, yang terdiri dari 13 fiber, 2 film, dan 1 fragmen. Dominasi fiber di lokasi ini menunjukkan kuatnya pengaruh limbah domestik terhadap pencemaran mikro plastik di lingkungan sekitar.
Kepala Laboratorium Ecoton, Rafika Aprilianti, mengatakan dominasi fiber hampir selalu muncul dalam setiap riset mikro plastik di wilayah perkotaan dan permukiman padat.
“Fiber ini paling banyak berasal dari aktivitas harian seperti mencuci pakaian. Serat-serat sintetis lepas, masuk ke saluran air, lalu bermuara ke sungai dan lingkungan sekitar,” ujar Rafika dalam pemaparan hasil temuan yang diterima pada Senin (19/1/2026).
Pendiri Ecoton, Prigi Arisandi, menyebutkan temuan ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahaya bagi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan manusia.
“Mikro plastik tidak hanya berhenti di air. Ia masuk ke rantai makanan, dimakan ikan, lalu kembali ke tubuh manusia. Ini ancaman jangka panjang yang sering dianggap sepele,” kata Prigi.
Sementara itu, Peneliti Senior Ecoton, Amiruddin Muttaqin, menilai lemahnya pengelolaan limbah domestik menjadi faktor utama masih tingginya temuan mikro plastik di Jombang.
“Selama sistem pengolahan air limbah rumah tangga belum dibenahi secara serius, maka mikro plastik akan terus mengalir bebas ke lingkungan,” ujarnya.
Temuan ini juga dipaparkan dalam kegiatan edukasi lingkungan yang digelar di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang. Kepala MA Al Hikam Jatirejo, Matuhah Mustiqowati, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai edukasi mikro plastik penting ditanamkan sejak dini. Ia ingin pemahaman mengenai paparan mikro plastik ini disadari oleh siswa sejak dini.
SHARE

Share

