Tiga Desa di Bali Pasang Pembangkit Tenaga Surya

Penulis : Kennial Laia

Energi

Jumat, 29 Agustus 2025

Editor : Yosep Suprayogi

BETAHITA.ID -  Tiga desa di Bali berhasil memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dengan total kapasitas 15,37 kWp. Instalasi ini diharapkan dapat mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat, serta menjadi bagian dari cita-cita provinsi tersebut untuk mewujudkan nol emisi bersih pada 2045. 

Pembangkit surya tersebut dipasang di desa Banjarasem, Kabupaten Buleleng; Baturinggit, Karangasem; dan Batununggal, Nusa Penida, Klungkung. Instalasinya ditempatkan di sekolah, area pompa air desa, dan kantor desa. 

Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, inisiasi bernama Desa Berbasis Energi Terbarukan tersebut  bagian dari inisiatif Bali Net Zero Emission 2045. Sejak Juni 2025, IESR melakukan pendampingan di tiga desa tersebut. 

“Energi terbarukan harus hadir dalam kehidupan masyarakat desa dan dirasakan langsung manfaatnya, bukan hanya untuk memenuhi listrik, tapi juga untuk mendukung ekonomi rakyat dan pelayanan publik yang hijau dan berkualitas. Inilah wajah nyata transisi energi yang inklusif,” kata Fabby.

Pembangkit listrik tenaga surya di desa Batununggal, Pulau Nusa Penida, Bali. Dok. Istimewa

Fabby mengatakan, keberadaan pembangkit listrik surya di tiga desa tersebut dapat menjadi contoh nyata bahwa kebutuhan energi pada skala desa dapat dipenuhi melalui energi terbarukan. Menurutnya, PLTS dan baterai di tiga desa tersebut telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warganya. 

Di Baturinggit, PLTS mendukung kebutuhan listrik pompa air desa yang vital bagi 150 kepala keluarga. Selain menekan biaya listrik, warga dapat merasakan langsung kebutuhan airnya dipasok dari energi terbarukan.

Sementara itu di Banjarasem, PLTS yang terpasang di Banjar dan Kantor Kepala Desa Banjarasem akan mendukung pelayanan dan aktivitas publik di balai desa. Kehadiran pembangkit energi terbarukan ini juga akan meringankan beban tagihan listrik desa 50%-60% sehingga anggaran desa untuk pembayaran listrik dapat lebih hemat.

Adapun pemasangan pembangkit listrik di sekolah dan kantor camat di Nusa Penida diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik dan kegiatan belajar mengajar. 

Fabby juga menyebutkan pendanaan PLTS berasal dari  lembaga filantropi, ViriyaENB, yang mendukung inisiatif Bali Emisi Nol Bersih 2045 sejak dua tahun lalu.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang hadir dalam peresmian mewakili gubernur Bali mengatakan pentingnya replikasi inisiatif di berbagai desa di Bali sehingga desa dapat berperan aktif dalam upaya mencapai Bali mandiri energi.

SHARE